Home  |   Contact Us
Jual_alat_ukur_cuaca_murah.png

17 Peralatan Klimatologi Cuaca BMKG

 

 

Ketika melaksanakan tugas, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak sembarang melaporkan informasi. Oleh karena itu, BMKG mempunyai alat khusus untuk melaporkan Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika di Indonesia.

 

 

 

Peralatan Klimatologi

Dalam website resminya, BMKG tercatat mempunyai 17 peralatan klimatologi, diantaranya sebagai berikut.

 

 

1. Actinograph Bimetal

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)


Nama Alat: Actinograph Bimetal

Fungsi: Alat pengukur/pencatat secara automatis Intensitas Radiasi Matahari.

Cara Pengamatan:

  • Awal operasi dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat (saat matahari belum belum besinar)
  • Buka cover atau penutup alat
  • Lepaskan drumclock dari shafnya
  • Pasang kertas pias, sisi pias tepat terhimpit di penjepit drumclock
  • Hidupkan system drumclock
  • Pasang drumclock kembali pada tempatnya
  • Putar drumclock agar ujung pena tepat jatuh pada jam dan hari awal pengukuran
  • Tutup kembali cover atau penutup
  • Setelah matahari terbenam selama 1,5jam, pias harus di ambil
  • Pada hari berikutnya, ulangi langkah 1 sampai dengan 9.

 

2. Anemometer

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Anemometer
Fungsi: Pencatat Arah dan Kecepatan Angin Sesaat
Cara Pengamatan:
Satuan: Arah Angin (8 mata angin)
Kecepatan Angin: Knots. (1 Knots = 1.8 Km/Jam)
Keterangan: Yang dimaksud arah angin yaitu Arah dari mana angin berhembus.

 

3. Campbel Stokes

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Campbel Stokes
Fungsi: Mencatat lamanya penyinaran matahari
Cara Pengamatan:
Satuan: Jam/ Prosentase ( % )
Jenis pias 3 macam:
Pias Lengkung Panjang : 11 Oktober sampai dengan 28 Februari
Pias lurus: 11 September sampai dengan 10 Oktober dan 1 Maret sampai dengan 10 April
Pias Lengkung Pendek: 11 April sampai dengan 10 Agustus

 

 

4. Cup Counter Anemometer

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Cup counter anemometer
Fungsi: Pengukur Kecepatan Angin Rata-rata harian
Cara Pengamatan: Prinsip kerja seperti gerakan Spedometer sepeda motor dalam satuan km/jam Kecepatan angin rata-rata harian selisih pembacaan angka dibagi 24 jam.

 

5. High Volume Air Sampler (HV. SAMPLER)

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: HHigh Volume Air Sampler (HV. SAMPLER)
Fungsi: Pengukur partikel kecil padat aerosol di udara (debu, carbon dll)
Cara Pengamatan:
Satuan: Mikrogram
Keterangan: Pias harian, atau Mingguan
Sensor Suhu terbuat dari logam, bila udara panas logam memuai dan menggerakan pena keatas, bila udara dingin mengkerut gerakan pena turun
Sensor Kelembaban udara terbuat dari rambut manusia, bila udara basah
Rambut memanjang dan bila udara kering rambut memendek.

 

6. Lysimeter

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Lysimeter
Fungsi: Untuk mengukur evapotranspirasi
Cara Pengamatan:
Sedot air perkolasi dan diukur
Jika sebelum pengamatan ada hujan lebih besar atau sama dengan 10 mm lysimeter tidak perlu disiram. Jika hujan 5-10 mm siram lysimeter dengan air 5 liter.
Jika tidak ada hujan, siram lysimeter dengan air 10 Liter.
Hitung evapotranspirasi.

7. Panci Penguapan (Open Pan Evaporimeter)

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Panci Penguapan (Open Pan Evaporimeter)
Fungsi: Pengukur Penguapan air langsung dengan satuan : Milimeter (mm).
Cara Pengamatan:
Ukuran: Tinggi Alat 25,4 cm, diameter alat 120.7 cm.
Keterangan : Alat ini dilengkapi dengan :
Thermometer air Six Bellani (Thermometer Apumg)
Cup Counter anemometer tinggi 05 meter
Alat pengukur tinggi permukaan air (Hook Gauge).
Pengukuran jumlah evaporasi dilaksanakan satu kali setiap hari pada jam 07.00 waktu setempat.

 

8. Penakar Hujan Otomatis (Hellman)

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Penakar Hujan Otomatis (Hellman)
Fungsi: Pencatat Instensitas Curahhujan / tingkat kelebatannya
Cara Pengamatan:
Jika terjadi hujan air masuk ke corong
Air mengalir ke tabung pelampung melalui selang dan mengangkat pelampung
Pena yang terhubung ke pelampung merekam data ke kertas pias
Kertas pias berputar seirama dengan gerakan clock drum
Jika jumlah curah hujan yang tertampung mencapai 10 mm maka air tsb tumpah melalui pipa hevel dan mereset pena keposisi nol
Demikian proses ini terjadi berulang.

 

9. Penakar Hujan (Observasi)

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Penakar Hujan (Observasi)
Fungsi: Pengukur Curah Hujan
Cara Pengamatan:
Buka gembok pada kran penakar hujan obs, letakkan gelas penakar di bawah corong/kran, kemudian buka kran pelan-pelan. Tunggu sampai air di bak penampung habis.
Baca jumlah air hujan yang tertampung di gelas ukur dan catat hasilnya.


Jika diperkirakan jumlah curah hujan melebihi 25 mm, sebelum airnya mencapai skala 25 mm tutup krannya, kemudian lakukan pembacaan dan catat hasilnya. Kemudian buang airnya dan lanjutkan pengukuran terhadap air yang masih tersisa di bak penakar hujan obs. Setelah selesai jumlahkan semua hasil pengukuran yang sudah dilakukan.


Pada waktu melakukan pembacaan letakkan gelas ukur pada bidang yang rata/datar untuk menghindari kesalahan pembacaan akibat kesalahan paralak.

 

10. Psycrometer Standar

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat : Nama Alat: Psycrometer Standar
Terdiri dari 4 buah thermometer:
Thermometer Bola Kering
Thermometer Bola Basar
Thermometer Maksimum
Thermometer Minimum
Fungsi Alat: Untuk mengukur suhu udara dan kelembaban udara dengan satuan derajat celciun serta persen
Cara Pengamatan:
Thermometer BK menunjukan suhu udara
Thermometer BB digunakan mencari kelembaban udara dengan bantuan Table.
Thermometer BB, bola air raksa harus selalu basah dengan menggunakan Kain muslin yang selalu basah oleh air murni
Thermometer maksimum digunakan untuk mencari suhu maksimum dalam sehari. Pembacaan jam 12.00 UTC atau jam 20.00 Wita
Thermometer minimum digunakan untuk mencari suhu minimum dalam sehari. Pembacaan jam 00.00 UTC atau jam 08.00 Wita.

 

11. Sangkar Meteorologi

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Sangkar Meteorologi
Fungsi: Tempat meletakkan peralatan meteorologi (Psycrometer)
Cara Pengamatan:
Keterangan: Berventilasi, doubel jaruci mengalirkan udara masuk-keluar.
Kegunaan Sangkar Meteorologi:
Menahan tiupan angin kencang
Menghindari radiasi matahari
Menghindari tetesan air hujan
Menghindari penjalaran radiasi suhu lokal baik dari udara maupun dari tanah
Hal yang perlu diperhatikan:
Pintu sangkar menghadap utara selatan
Sangkar dicat putih agar memantulkan cahaya (WMO)

 

12. Hook Gauge dan Still Well

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Hook Gauge dan Still Well
Fungsi Hook Gauge: Alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci.
Still Well: Tempat diletakkannya hook gauge
 

Cara Pengamatan :

Hook Gauge :


Alat ini berupa batang berskala dan sebuah sekrup ulir yang berada pada batang tersebut yang digunakan untuk mengatur letak letak ujung jarum pada permukaan air di dalam panci. Sekrup ulir ini berfungsi sebagai mikrometer dengan 50 bagian skala.

 

Satu putaran penuh mikrometer menunjukkan perubahan ujung jarum setinggi 1 mm. Cara pengukuran Putar sekrup pengatur pada hook gauge pelan-pelan sampai ujung jarum tepat berada pada permukaan air. Angkat hook gauge dan catat sekala yang ditunjukkan pada sekrup mikrometer.

 

Still Well : Bejana ini membuat air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan air pada panci, sehingga penyetelan ujung pancing dapat lebih mudah di lakukan

 

13. Thermometer Apung Maksimum dan Minimum

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Thermometer apung maksimum dan minimum
Fungsi: Mencatat suhu maksimum dan minimum air yang terjadi selama 24 jam.

Cara Pengamatan:


Suhu maksimum ditunjukkan oleh ujung kanan indeks dlam thermometer atas dan suhu minimum ditunjukkan oleh ujung kanan indeks dalam tabung bawah. Untuk menyetel kedudukna indeks kembali, setelah suhu dibaca di gunakan magnet batang.

 

14. Thermometer Tanah Gundul

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Thermometer Tanah Gundul
Fungsi: Pengukur Suhu tanah gundul
Satuan: Derajat Celcius

Keterangan: Kedalaman 0 cm,2 Cm, 5 Cm. 10 Cm, 20 Cm, 30 Cm,50 Cm, 100 cm.
Benda kuning pada thermometer 50 cm dan 100 cm adalah parapin yang berfungsi agar ketika alat tersebut dibaca maka suhu tidak berubah.
Data suhu tanah ini digunakan dalam kegiatan pemupukan tanah.

 

15. Thermometer Tanah Berumput

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Thermometer Tanah Berumput
Fungsi: Pengukur Suhu tanah Berumput
Satuan: Derajat Celcius

Keterangan: Kedalaman 0 cm, 2 cm, 5 cm, 10 cm, 20 cm, 30 cm, 50 cm, 100 cm.
Benda kuning pada thermometer 50 cm dan 100 cm adalah parapin yang berfungsi agar ketika alat tersebut dibaca maka suhu tidak berubah.
Data suhu tanah ini digunakan dalam kegiatan pemupukan tanah.

 

16. Thermometer Minimum Rumput

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)


Nama Alat: Thermometer Minimum Rumput
Fungsi: Untuk mengukur suhu terendah/minimum rumput pada suatu periode pengamatan.

Cara Pengamatan:


Dilakukan pada pukul 07.00 WS.
Jika suhu turun, alkohol akan menyusut dan naik, permukaan alkohol akan naik sedangkan indeks tetap tertinggal menunjukkan skala terendah yg dicapai suhu udara.


Setelah dilakukan pengamatan/pembacaan skala, posisi indeks harus di kembalikan ke posisi suhu pada waktu itu.

 

17. Thermohygrograph

BMKG 

(Foto: iklim.ntb.bmkg.go.id)

Nama Alat: Thermohygrograph
Fungsi: Pencatat Suhu udara dan Kelembaban Udara (Nisbi)

Cara Pengamatan:

Keterangan: Pias harian atau Mingguan

Satuan: Derajat Celcius & Persentase (%).

Sensor Suhu terbuat dari logam, bila udara panas logam memuai dan menggerakan pena keatas, bila udara dingin mengkerut gerakan pena turun.

Sensor Kelembaban udara terbuat dari rambut manusia, bila udara basah
Rambut memanjang dan bila udara kering rambut memendek.

 

Butuh alat pengukur cuaca berkualitas dan terjangkau?

Ayo pesan disini dam dapatkan harga penawaran spesial dari  Kami.

 

Our Office : Jl. Radin Inten II No. 61A Duren Sawit
Phone : (021) 8690 6782, 0816 1740 8900
Fax : (021) 8690 6781
E-mail : sales@anm.co.id - anugrah.niaga.mandiri@gmail.com
Website : http://www.anm.co.id

 

 

 

Sumber :

- https://www.bmkg.go.id/

- https://www.tagar.id