Home  |   Contact Us
880149_104e3705-c52c-4f7a-88fd-f25740e1bfec.jpg

Lensa Okuler

 

Mikroskop cahaya bisa disebut dengan "Compound light microscope" yaitu mikroskop menggunakan cahaya lampu untuk pengganti cahaya matahari seperti pada mikroskop konvensional. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya berasal dari sinar matahari dan dipantulkan oleh cermin datar ataupun cekung yang ada di bawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor.

 

Jenis lensa

Mikroskop cahaya memiliki tiga jenis lensa : lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor.

Lensa objektif dan lensa okuler ada di kedua ujung tabung mikroskop sementara penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop yang berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler), ujung bawah mikroskop tersedia tempat dudukan untuk lensa objektif yang akan dipasang tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop ada  meja mikroskop untuk tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop yang lain. Lensa Objektif.

Cara kerja

  • Lensa objektif memiliki peran untuk pembentukan bayangan pertama, menentukan struktur serta bagian renik pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan objek sehingga memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa objektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
  • Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
  • Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada objek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.


Preparasi sediaan

  • Preparat Non-permanen, yang dapat diperoleh dengan menambahkan air pada sel hidup di atas kaca objek, kemudian diamati di bawah mikroskop.
  • Preparat permanen, yang dapat diperoleh dengan melakukan fiksasi yang bertujuan untuk membuat sel dapat menyerap warna, membuat sel tidak bergerak, mematikan sel, dan mengawetkannya.
  • Tahap selanjutnya, yaitu pembuatan sayatan, yang bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop. preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan karena pada umumnya jaringan memiliki tekstur yang lunak dan mudah pecah setelah mengalami fiksasi, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom. Umumnya mata pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian tersusun dari atom karbon yang padat. Oleh karena itu, sayatan yang terbentuk lebih rapi. Setelah dilakukan penyayatan, dilanjutkan dengan pewarnaan, yang bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Setiap pewarna mengikat molekul yang memiliki kespesifikan tertentu, contohnya : Hematoksilin, yang mampu mengikat asam amino basa (lisin dan arginin) pada berbagai protein, dan eosin, yang mampu mengikat molekul asam (DNA dan rantai samping pada aspartat dan glutamat).

Kami menjual berbagai macam Mikroskop dan alat laboratorium lainnya, jika Anda membutuhkan peralatan dengan kualitas tinggi dan dengan penawaran yang bagus silahkan hubungi kami disini.
  • Telp           : 021 8690 6782
  • Fax            : 021 8690 6781
  • Whats App : 0816 1740 8900
  • Email         : sales@anm.co.id
  • Website      :  anm.co.id / Alatlabor.com

 





Produk Terkait dengan artikel Lensa Okuler