Home  |   Contact Us
250_250_168.jpg

Larutan Buffer

 

Larutan Buffer atau penyangga adalah larutan yang dapat melindungi (mempertahankan) pHnya berasal dari menambahkan asam, basa, maupun pengenceran oleh air. pH larutan buffer tidak berubah (konstan) setelah menambahkan sejumlah asam, basa, maupun air. Larutan buffer dapat menetralkan menambahkan asam maupun basa berasal dari luar.

 

Komponen Larutan Penyangga


Secara umum,  larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:

  • Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini menghasilkan larutan berwujud asam.
  • Basa lemah (B) dan basa konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan berwujud basa.

 

Komponen larutan penyangga terbagi menjadi:


1. Larutan penyangga yang berwujud asam


Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Untuk meraih larutan ini dapat dibikin berasal dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi berasal dari asamnya. Adapun langkah lainnya yaitu mengkombinasikan suatu asam lemah bersama dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam kuantitas berlebih. Campuran bakal menghasilkan garam yang memiliki kandungan basa konjugasi berasal dari asam lemah yang bersangkutan. Pada kebanyakan basa kuat yang digunakan layaknya natrium, kalium, barium, kalsium, dan lain-lain.

 

2. Larutan penyangga yang berwujud basa


Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Untuk meraih larutan ini dapat dibikin berasal dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal berasal dari asam kuat. Adapun langkah lainnya yaitu bersama dengan mengkombinasikan suatu basa lemah bersama dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan berlebih.

 

Cara kerja larutan penyangga

Pada bahasan sebelumnya sudah disebutkan bahwa larutan penyangga memiliki kandungan komponen asam dan basa bersama dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikatbaik ion H+ maupun ion OH-. Sehingga menambahkan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak membuat perubahan pHnya secara signifikan. Berikut ini langkah kerja larutan penyangga:

 

1. Larutan penyangga asam


Contoh : CH3COOH bersama dengan CH3COONa ; H2CO3 bersama dengan NaHCO3 ; dan NaHCO3 bersama dengan Na2CO3

Adapun langkah kerjanya dapat dicermati pada larutan penyangga yang memiliki kandungan ; H2CO3 dan HCO3- yang mengalami kesetimbangan. Dengan sistem sebagai berikut:

 

  • Pada menambahkan asam

 

Penambahan asam (H+) bakal menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana ion H+ yang ditambahkan bakal bereaksi bersama dengan ion HCO3- membentuk molekul H2CO3.

 HCO3- (aq)  + H+(aq)  → H2CO3 (aq)

 

  • Pada menambahkan basa

 

Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka ion OH- berasal dari basa itu bakal bereaksi bersama dengan ion H+ membentuk air. Hal ini bakal menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Jadi, menambahkan basa menyebabkan berkurangnya komponen asam (H2CO3), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan berikut bereaksi bersama dengan asam H2CO3 membentuk ion HCO3- dan air.

 H2CO3 (aq) + OH-(aq)  → HCO3- (aq)  +  H2O(l)

 

2. Larutan penyangga basa


Contoh :  NH4OH bersama dengan NH4Cl

Adapun langkah kerjanya dapat dicermati pada larutan penyangga yang memiliki kandungan NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan sistem sebagai berikut:

 

  • Pada menambahkan asam

 

Jika ditambahkan suatu asam, maka ion H+ berasal dari asam bakal mengikat ion OH-. Hal berikut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Disamping itu menambahkan ini menyebabkan berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya ion OH-. Asam yang ditambahkan bereaksi bersama dengan basa NH3 membentuk ion NH4+.

NH3 (aq)  +  H+(aq)  →  NH4+ (aq)

 

  • Pada menambahkan basa

 

Jika yang ditambahkan adalah suatu basa, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Basa yang ditambahkan itu bereaksi bersama dengan komponen asam (NH4+), membentuk komponen basa (NH3) dan air.

NH4+ (aq) +  OH-(aq)  →  NH3 (aq)  +  H2O(l)

 

Fungsi Larutan Penyangga


Adanya larutan penyangga ini dapat kita menyaksikan dalam kehidupan sehari-hari layaknya pada obat-obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, terkandung faedah penerapan konsep larutan penyangga ini dalam tubuh manusia layaknya pada cairan tubuh.

 

Cairan tubuh ini dapat dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya layaknya H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi bersama dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat melindungi pH darah yang hampir konstan yaitu kurang lebih 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari layaknya pada obat tetes mata.




Produk Terkait dengan artikel Larutan Buffer