Home  |   Contact Us
chloridesindia.com__1.jpg

Amonium Klorida sebagai Obat Batuk

 

Apa itu Amonium Klorida?


Amonium klorida adalah salah satu unsur/senyawa yang berasal dari pegunungan vulkanik. Amonium klorida juga dapat dibentuk menggunakan cara sintetis dengan memanfaatkan gelembung gas amonia. Ciri-ciri Amonium klorida atau ammonium cloride adalah berbentuk serbuk berwarna putih. Amonium klorida jarang digunakan sendiri sebagai ekspektoran. Akan tetapi biasanya digunakan untuk campuran dengan ekspektoran atau antitusif lain.

 

Manfaat utama dari Amonium klorida atau ammunium cloride adalah untuk mengencerkan dahak. Biasanya digunakan untuk menyembuhkan penderita flu dan batuk. Obat yang termasuk ekspektoran ini dapat digunakan oleh anak-anak hingga orang dewasa. Amonium klorida biasanya dijadikan sebagai bahan untuk ekspektoran yang terkandung dalam obat batuk. Amonium klorida mempunyai rumus kimia NH4Cl. Artinya, terkandung dari 1 atom nitrogen, 1 atom hidrogen, dan 4 atom klorida. Senyawa berfungsi untuk ekspektoran. Biasanya Amonium klorida digunakan sebagai obat dalam bentuk cair. Cara kerja Amonium klorida adalah merangsang aktivitas di dalam tubuh supaya menghasilkan banyak sekresi dan dehidrasi.

 

Hal ini menyebabkan hasil sekresi menjadi lebih bersih. Sehingga saluran pada tenggorokan dapat berfungsi secara lebih baik, dan dahak yang ada di tenggorokan bisa berkurang. Amonium klorida atau Ammonium cloride merupakan senaywa kandungan pada obat pengencer dahak yang banyak digunakan. Amonium klorida tersebut sangat mudah dicerna oleh tubuh, sehingga mudah diproses dan dikeluarkan kembali melalui sistem pencernaan.

 

Amonium klorida mempunyai fungsi utama saat masuk ke dalam tubuh, Amonium klorida menghasilkan lebih banyak urine. Hal karena kandungan amonium yang larut akan memproduksi ion klorida dan ion amonium. Kedua senyawa tersebut biasa disebut juga amonia yang berarti urine. Jadi, wajar saat mengkonsumsi obat ekspektoran setelah itu kalian sering buang air kecil.

 

Amonium klorida selain untuk obat ekspektoran (penghilang dahak), amonium klorida juga digunakan untuk larutan infus intravena. Aturan baku dalam penggunaan amonium cloride untuk larutan infus adalah dilarutkan terlebih dahulu, konsentrasi akhir antara 1-2%, dan laju infus IV tidak lebih dari 5 ml / menit.