Home  |   Contact Us
250_250_ew-300sg.jpg

Apa itu Densimeter?

 

Densimeter adalah alat instrument yang  digunakan untuk mengukur tingkat density (kerapatan) zat cair secara langsung, terdapat angka-angka pada tangkai berskala secara langsung menyatakan massa jenis zat cair yang permukaannya tepat pada angka yang tertera.

 

Penentuan massa jenis dengan densimeter didasarkan pada pembacaan berapa dalamnya tabung gelas yang masuk atau tercelup dan skala dibaca tepat pada miniskus cairan. Densiti dipengaruhi oleh suhu, dimana semakin naik suhu maka molekul-molekul zat akan bergerak, mengembang dan akan menguap, sehingga densiti akan berkurang.

 

Namun apabila suhu turun, jarak antar molekulnya semakin rapat, sehingga zat akan mengkerut yang menyebabkan densiti akan bertambah atau semakin kental. Karena dipengaruhi oleh suhu maka diperlukan suatu faktor koreksi untuk pengukuran suhu selain 20˚ C.

 

Faktor koreksi ini dihitung dengan rumus sebagai berikut :

 

F = (t ukur – 20˚ C) x K

Keterangan :

F = faktor koreksi

t (ukur) = suhu pada saat pengukuran (to C)

K = bilangan koreksi pada literature

 

Cara Penggunaan dan Perawatan Alat Densimeter

Secara umum, penggunaan alat densimeter dalam pengukuran massa jenis didasarkan pada pembacaan berapa dalamnya tabung gelas yang tercelup dan skala dibaca tepat pada miniskus cairan. Panjang tabung yang tercelup ke dalam cairan menunjukkan massa jenis cairan. Semakin rendah massa jenisnya, semakin rendah pula bagian densimeter yang tercelup ke dalam cairan. Untuk itu alat densimeter harus bebas dan tegak lurus terapung dalam cairan.

Sebelum digunakan untuk menetapkan bobot jenis suatu zat atau sampel, maka densimeter harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan cara mengukur bobot jenis air, karena air memiliki bobot jenis yang pasti yaitu 1 (0,9999). Densimeter yang sesuai dimasukkan pada bejana yang berisi air kemudian skala dibaca tepat pada miniskus cekungan yang terjadi oleh air

 

Cara Pemakaian Alat Densimeter

Setelah dikalibrasi, densimeter dimasukkan ke dalam sample. Pastikan densimeter tidak boleh menyentuh dasar dan dinding pada wadah sampel (misalnya gelas ukur). Jika masih menyentuh dinding maka densimeter harus diputar sehingga posisinya tepat berada di tengah. Apabila densimeter tersebut ingin digunakan untuk mengukur bobot jenis sampel yang lain, maka densimeter tersebut harus dibilas dengan air dan dikeringkan dengan tissue halus. Untuk sampel dengan kerapatan tinggi (contohnya gliserin), densimeter harus dicuci menggunakan air sabun.

 

Pengukuran bobot jenis dengan densimeter.

Pertama, digunakan dengan densimeter dengan skala terkecil terlebih dahulu, apabila alat tersebut masih mengapung di atas cairan sampel, maka harus diganti dengan densimeter yang memiliki skala lebih besar dan begitu seterusnya. Namun, apabila ujung densimeter menyentuh dasar wadah harus diganti dengan densimeter yang memiliki skala lebih kecil hingga didapatkan densimeter yang sesuai untuk mengukur atau menetapkan bobot jenis sampel.

 

Cara Perawatan Alat Densimeter

Alat densimeter cukup mudah dalam hal penyimpanan dan perawatannya. Setiap selesai menetapkan bobot jenis dari semua sampel, maka densimeter cukup dibersihkan dengan air atau menggunakan air sabun jika masih terdapat lemak. Setelah itu, keringkan dengan tissue halus dan disimpan dalam wadah yang berupa kardus kecil agar bebas dari debu. Simpan densimeter dalam lemari yang tidak lembab




Produk Terkait dengan artikel Apa itu Densimeter?