Home  |   Contact Us
200px-Ammonium_chloride.jpg

Amonium klorida

 

Amonium klorida, adalah senyawa anorganik berupa garam kristal putih yang sangat mudah larut dalam air dengan rumus NH4Cl. Amonium klorida merupakan produk reaksi asam klorida dan amonia. Larutan amonium klorida bersifat asam lemah. Umumnya terbentuk dari pembakaran batubara akibat kondensasi gas-gas yang dihasilkan.

 

Amonium Klorida juga ditemukan di sekitar lubang vulkanik. Amonium klorida digunakan untuk bahan penyedap pada beberapa jenis liquorice. 

 

Aplikasi utama Amonium klorida adalah sebagai sumber nitrogen pada pupuk (mencakup 90% produksi amonium klorida dunia), misalnya kloroamonium fosfat. Tanaman utamanya adalah padi dan gandum di Asia.

 

Amonium klorida pernah digunakan dalam piroteknik pada abad ke-18 tapi digantikan dengan bahan kimia yang lebih aman dan kurang higroskopis. Fungsinya sebagai donor klor untuk meningkatkan warna hijau dan biru dari ion tembaga dalam nyala api.

 

Amonium klorida juga digunakan sebagai ekspektoran pada obat batuk. Aksi ekspektorannya disebabkan aksi iritatifnya pada mukosa bronchiale. Ini akan menyebabkan produksi lendir secara berlebihan yang lebih memudahkan batuk. Garam amonium dapat mengiritasi kelenjar perut dan dapat memicu mual dan muntah.

 

Amonium klorida digunakan untuk menghasilkan temperatur rendah pada penangas dingin (cooling bath). Larutan amonium klorida dan amonia digunakan sebagai larutan penyangga (buffer). Dalam bidang paleontologi, uap amonium klorida terdeposit pada fosil, yang membentuk lapisan tipis kristal halus berwarna putih cemerlang yang bersifat inert, mudah dilepaskan dan tidak berbahaya.

 

Ini menutupi semua pewarnaan fosil, dan jika disinari pada sudut yang tepat akan memberikan efek tiga dimensi pada fotorgrafi. Teknik yang sama digunakan juga pada arkeologi untuk menghilangkan refleksi kaca dan spesimen lainnya pada fotografi.